Banten

Geger! Kasus Razia Rambut Siswi di SMKN 2 Garut, Begini Nasib Oknum Guru BK Setelah Dipanggil Dedi Mulyadi!

Abdurahman | 8 Mei 2026, 09:34 WIB
Geger! Kasus Razia Rambut Siswi di SMKN 2 Garut, Begini Nasib Oknum Guru BK Setelah Dipanggil Dedi Mulyadi!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi panggil guru BK SMKN 2 Garut, yang potong rambut siswinya meskipun berkerudung (Istimewa)

AKURAT BANTEN – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah video viral yang memperlihatkan aksi razia rambut di SMKN 2 Garut.

Namun, kali ini bukan siswa laki-laki yang menjadi sasaran, melainkan seorang siswi perempuan.

Aksi oknum Guru BK yang memotong paksa rambut siswi tersebut memicu kemarahan publik dan kini memasuki babak baru setelah tokoh publik Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan.

Apa sebenarnya yang terjadi? Dan bagaimana nasib sang guru setelah tindakan tersebut menjadi sorotan nasional?

Baca Juga: Terbongkar! Modus Licik Rentenir di Tigaraksa Jerat 12 Anak Pria, Selama 5 Tahun, Miris Sekali, Caranya Bikin Geram!

Aksi Razia yang Berujung Kecaman

Kejadian bermula saat video singkat beredar luas memperlihatkan seorang siswi yang hanya bisa terdiam saat rambutnya dipotong asal-asalan oleh pihak sekolah dengan alasan kedisiplinan.

Netizen menilai tindakan tersebut sangat tidak manusiawi, mengingat rambut bagi seorang perempuan adalah aspek identitas dan kepercayaan diri.

Mendengar kegaduhan ini, Kang Dedi Mulyadi segera bergerak cepat.

Beliau memanggil oknum guru serta pihak sekolah untuk mendengar langsung alasan di balik tindakan represif tersebut.

Baca Juga: Bikin Merinding! Bukan Soal Kemewahan, Inilah Alasan Tersembunyi Ruben Onsu Bangun Masjid Megah

Sentilan Tajam Dedi Mulyadi

Dalam pertemuan tersebut, suasana sempat menegang saat Dedi Mulyadi melontarkan pandangan kritisnya mengenai metode pendidikan karakter di sekolah.

Beliau menekankan bahwa disiplin tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang meruntuhkan mental siswa.

Sekolah itu tempat untuk menanamkan nilai-nilai keindahan dan etika, bukan tempat eksekusi yang meninggalkan luka batin. Ingat, rambut adalah mahkota bagi seorang wanita. Jika kita menghancurkan kepercayaan diri mereka atas nama disiplin, maka sebenarnya kita sedang gagal mendidik jiwa mereka. — Dedi Mulyadi

Baca Juga: Bukan Sekadar Kenyang! DPR Peringatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Bisa Jadi 'Bom Waktu' Jika Tak Diaudit Total

Nasib Oknum Guru BK: Evaluasi dan Permohonan Maaf

Lantas, bagaimana nasib sang guru? Setelah dipanggil dan diajak berdiskusi oleh Dedi Mulyadi, terungkap bahwa tindakan tersebut menjadi bahan evaluasi besar di internal sekolah.

Oknum guru tersebut menyadari kekhilafannya dan menyatakan permohonan maaf atas tindakan yang dinilai terlalu berlebihan.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sekolah harus kembali ke fungsinya yang humanis.

Beliau meminta agar kejadian ini menjadi yang terakhir dan sekolah-sekolah lain tidak lagi menerapkan sanksi fisik yang mempermalukan siswa di depan umum. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman